An Naas Amalia Rahardja Putri_190332622474_S1 Kimia
Berbicara mengenai bahasa memang tidak akan ada habisnya. Karena, seperti yang kita tahu, di dunia ini ada banyak sekali bahasa. Dilansir dari setkab.go.id, menurut laporan Ethnologue : Languages of the World edisi ke-20, jumlah bahasa di Indonesia berjumlah 719 bahasa. Itu baru jumlah bahasa di satu negara saja, belum di negara lain. Bisa jadi ribuan jumlahnya. Untuk itu, kita sebagai masyarakat sangat perlu bahasa pemersatu agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Di Indonesia sendiri, Bahasa Indonesia sudah dikukuhkan menjadi bahasa Negara di dalam Bab XV Pasal 36 Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945. Namun, jauh sebelum itu Bahasa Indonesia telah dikumandangkan pada tanggal 28 Oktober 1928 saat peristiwa sumpah pemuda.
Lain hal nya dengan Bahasa Inggris yang menjadi bahasa internasional. Tidak ada penetapan kapan dan dimana dikukuhkan menjadi bahasa internasional. Namun, semua orang sepakat menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Hal ini dikarenakan Bahasa Inggris merupakan bahasa tertua dari Dataran Britania pada abad ke-8. Selain itu, kita semua tahu bahwa Inggris merupakan negara yang paling banyak jajahannya di seluruh dunia. Sehingga, Bahasa Inggris lebih familiar dan mudah dipelajari karena sering digunakan diberbagai negara, terutama negara jajahan Inggris.
Selain banyaknya jenis bahasa, ternyata ada beberapa etika juga yang harus diterapkan dalam kegiatan berbahasa. Seperti, etika berbahasa di forum dan tulisan ilmiah, etika berbahasa di keluarga atau bahkan di kehidupan sosial dalam bermasyarakat.
Sebagai contoh, etika berbahasa di dalam forum dan tulisan ilmiah tentu lebih formal karena lebih banyak menggunakan bahasa baku dan istilah istilah ilmiah. Berbeda hal nya dengan etika berbahasa di keluarga yang lebih santai. Namun, meski santai tetap ada perbedaan bagaimana etika berbahasa terhadap orangtua dan terhadap saudara.
Begitu juga dengan etika berbahasa di masyarakat. Tidak seformal di dalam forum dan tulisan ilmiah, akan tetapi tidak sesantai di dalam keluarga. Karena, di dalam kehidupan bermasyarakat, ada banyak sekali orang yang kita temui dengan latar belakang yang berbeda. Otomatis etika berbahasa yang kita gunakan berbeda pula.
Masih berbicara mengenai bahasa, ternyata kita sebagai manusia sudah bisa berbahasa sedari bayi. Merujuk definisi bahasa I.G.N Oka dan Suparno, Bahasa adalah sistem simbol suara lisan yang arbitrer yang dipakai oleh sekelompok orang (masyarakat) sebagai perangkat komunikasi. Maka dari definisi ini bisa disimpulkan, bahwa tangisan bayi juga merupakan bahasa. Meskipun, bajasa yang digunakan saat bayi, mengandung banyak arti. Entah itu buang air, kepanasan atau kehausan.
Selain itu, setiap manusia ternyata juga memiliki kemampuan untuk memahami lebih dari 1 bahasa. Bahkan ada beberapa orang yang mampu menguasai lebih dari 5 bahasa yang disebut polyglot. Manfaat yang ditimbulkan dari menguasai beberapa juga sangat bagus yakni meningkatkan kecerdasan, memudahkan dalam beradaptasi, dan lebih baik dalam memecahkan masalah.
Oleh karena manfaat tersebut, bila saya mempunyai anak nanti, akan ada 3 bahasa yang akan saya ajarkan. Yakni, bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Yang pertama diajarkan tentu saja Bahasa Indonesia, karena bahasa ini merupakan bahasa identitasnya sebagai warga negara Indonesia. Selanjutnya, akan saya ajarkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Menurut saya, Bahasa Arab penting dipelajari karena bahasa agama, dan sehari sehari dipakai dalam sholat maupun mengaji. Bagaimana kita bisa memaknai bacaannya bila tidak paham artinya bukan? Begitupula dengan Bahasa Inggris yang sama pentingnya, agar terus maju kita juga perlu banyak membaca literatur yang tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari negara luar. Kalau dari negara luar, memahami Bahasa Inggris tentu menjadi sebuah keharusan.
Sumber :
1.http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk_praktis/627/Sekilas%20Tentang%20Sejarah%20Bahasa%20Indonesia
2. https://setkab.go.id/indonesia-bahasa-dunia/
3.https://m.merdeka.com/jatim/fungsi-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-pemersatu-bangsa-ketahui-sejarahnya-kln.html
4. https://www.bicara.co.id/staff/menguasai-lebih-dari-satu-bahasa-asing-ini-yang-terjadi-pada-otak/
5. https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-bahasa-menurut-para-ahli/
Saya Nanda Fani D (190332622453) ingin menanggapi (berkomentar). Bahasa yang digunakan sudah sangat bagus dan essay sudah rapi. Penambahan sumber juga sangat bagus agar penyampaian informasinya kuat. namun apakah anda nantinya tidak akan mengajarkan bahasa daerah ke penerus (anak) anda nantinya? apa alasannya? terima kasih
ReplyDeleteSaya novika sari (190544636005)
ReplyDeleteEssai yg di paparkan sudah bagus, mudah di pahami, dan rapi
Terimakasih sudah membaca :")
DeleteSaya linda Nur A (190332622435), menurut saya esai nya sudah baik, pemilihan kata sudah tepat dan ada keterangan sumber yang jelas juga.
ReplyDeleteBenar sekali, Ketika sedang beribadah,khususnya membaca Alquran dapat mengerti apa yang sedang dibaca dapat menambah keimanan kita.
ReplyDeleteTerima Kasih
Penulisan essai tertata rapi dan didukung dengan data. Semangat berkaryaa
ReplyDelete