Fahmi satriya wahyu pratama_190521648886_S1 Pendidikan teknik bangunan
Nama
: Fahmi Satriya Wahyu Pratama
NIM :190521648886
Prodi :S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Bahasa indonesia sebagai bahasa nasional.
sebagai bahasa nasional berarti bahasa Indonesia tidak mengikat pemakainya
untuk sesuai dengan kaidah dasa. Bahasa Indonesia digunakan secara
nonresmi,santai dan bebas.yang terpenting dalam pergaulan dan perhubungan antar
warga adalah makna yang disampaikan. pemakai bahasa Indonesia dalam konteks
bahasa nasional dapat dengan bebas menggunakan ujaran baik lisan,tulis,maupun
lewat kinesiknya.kebebasan penggunaan ujaran itu juga ditentukan oleh konteks
pembicaraan.manakala bahasa Indonesia digunakan di bus antar kota,ragam yang
digunakan adalah ragam bus kota yang cenderung singkat,cepat,dan bernada keras.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara,
sebagai bahasa negara berarti bahasa Indonesia adalah bahasa resmi.dengan
begitu bahasa Indonesia harus digunakan sesuai dengan kaidah,tertib,cermat,dan
masuk akal.bahasa Indonesia yang dipakai harus lengkap dan baku.Tingkat
kebakuanya diukur oleh aturan kebahasaan dan logika pemakaia.dari dua tugas
itu, posisi bahasa indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus terutama bagi
pembelajaran bahasa Indonesia sumber garda guru posisi pembelajaran bahasa
Indonesia sehingga bahasa Indonesia tidak akan terpinggirkan oleh bahasa asing
karena dalam sejarah bangsa Indonesia sendiri, bahasa indonesia adalah bahasa
persatuan.
Ada beberapa alasa kenapa bahasa inggris
dijadikan bahasa internasional. Diataranya karena bahasa inggris merupakan
salah satu bahasa tertua yang ada di dunia dan berasal dari dataran britania
yaitu sekitar abad ke 8. Selain bahasa inggris merupakan bahasa tertua yang ada
di dunia, bahasa inggris mempunyai perkembangan kosa kata yang sangat pesat.
Menurut tim riset gabungan peneliti Havard University dan Google mencatat
penambahan kosa kata bahasa tertua di dunia itu mencapai 8.500 kata pertahun.
Kini jumlah total telah mencapai 1.022.000 kata. itu merupakan jumlah kosakata
yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan negara kita tercinta ini. jika
dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Menurut pusat bahasa kemendikbud yang
baru baru ini telah selesai dan menerbitkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
edisi ke empat dengan total jumlah kosa kata yang terdapat di dalamnya cuma
berkisar 91.000 kosa kata, kamus edisi ke empat ini merupakan pengembangan dari
edisi sebelumnya yang hanya mencakup 82.000 kosa kata. memang perkembangan
jumlah kosa kata ini lah yang menjadi patokan layak atau tidaknya sebuah bahasa
dianggap sebagai bahasa internasional. Tentu tanpa memasukkan unsur bahasa
daerah yang ada di Indonesia.
Bahasa daerah merupakan kebudayaan nasional
dan identitas Negara. Indonesia memiliki 748 bahasa daerah menurut Wikipedia.
Sedangkan menurut BPS ( Badan Pusat Statistik) bahasa daerah pada tahun 2010
berjumlah 1158 bahasa. Melihat banyaknya bahasa daerah yang ada di Indonesia
maka upaya untuk melestarikanya sangat dibutuhkan. Karena dari beberapa bahasa
daerah yang ada, terancam kepunahannya.
Pendidikan di dalam sekolah inilah yang
diharapkan akan mampu memperdalam pembelajaran bahasa daerah di sekolah yang
berada di daerahnya masing-masing.
Adanya pembelajaran bahasa daerah yang berada di kurikulum sebagai
pembelajaran ekstrakulikuler di sekolah, yaitu memasukan bahasa daerah dalam
pembelajaran muloq, dengan menyediakan tenaga pengajar yang ahli dalam bahasa
daerah itu atau keabsahannya yang telah diakui. Sehingga bisa menjadi bahan
pembelajaran yang baik bagi generasi untuk lebih memperdalam bahasanya
Hal ini diharapkan dapat melestarikan bahasa
daerah dimulai dari tingkat dasar. Sebab dilihat dari perkembangan arus
globalisasi saat ini, dan maraknya penyebaran budaya di luar negeri yang masuk
ke dalam Negara Indonesia dengan mudahnya kepada para generasi penerus bangsa.
A.Yang saya lakukan dalam menggunakan bahasa
dalam forum formal contohnya rapat,saya menggunakan bahasa indonesia yang
tepat,yang bisa dipahami oleh semua orang saat di forum tersebut,contohnya pada
forum rapat di kampus,kalo menggunakan bahasa daerah kurang pas dalam forum
tersebut,karena semua yang berada di forum tersebut tidak dari daerah itu,pasti
ada dari beberapa daerah,baru di lingkungan saya menggunakan bahasa daerah yang
sopan dan mudah dipahami,contohnya pada saat forum karang taruna,pada saat saya
mengungkapkan pendapat saya,saya menngunakan bahasa daerah saya yaitu
jawa,menggunakan bahasa itu diliat dikondisi acara tersebut.pada saat di rumah
juga saya pakek bahasa daerah,menggunakan bahasa jawa krama alus terhadap orang
rumah.
B.Untuk anak saya nanti saya prioritaskan
bahasa daerah karena lingkungan keluaraga saya tidak ada yang menggunakan
bahasa indonesia,tetapi juga saya selipkan bahasa indonesia supaya anak
mengerti kalau bahasa indonesia adalah bahasa nasional.
Saya Inka Pratiwi Sholikah ingin memberikan saran agar diperhatikan penggunaan tanda baca (.) (,) serta masih terdapat typo pada penulisannya. saya juga berpendapat bahwa bahasa jawa(daerah) yang diajarkan sebagai prioritas utama dan ditambahkan kalimat penghunung antar kaliman sehingga paragraf lebih runtut dan padat.
ReplyDeleteSaya Maulana Ilham (190521648828) ingin memberikan saran agar perparagraf bisa di rata kanan dan rata kiri atau justify agar lebih rapi, kemudian untuk esai sudah bagus karena banyak teori yang kuat
ReplyDeleteMohon maaf, saya kurang setuju bahwa anak anda kelak akan mengutamakan bahasa Daerah. Menurut saya, anda harus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia karena itu merupakan Bahasa Resmi dan Bahasa Nasional.
ReplyDeleteReza Bagaskara (190522548430)
saya fanny iga (190521648876) ingin memberikan saran.sebaiknya jika dalam esai terdapat kalimat yang diambil dari blog/wikipiedia maupun sumber yang lainnya. sebaiknya, mencantumkan sumber/daftar pustaka
ReplyDeleteSaya Hendra Prasastyo (190521648906) Artikel yang sangat membantu, dengan Indonesia memiliki ratusan bahkan sampai 1000 lebih bahasa menunjukkan bangsa indonesia memiliki banyak karakteristik dan kearifan lokal, saya harap anak cucu kita bisa melestarikannya dan tidak terpengaruh oleh budaya asing.
ReplyDelete