Kharisma Mirza Purnama Putri_190332622432_Kimia Murni
Bahasa
Indonesia sebagai Bahasa Resmi dan Bahasa Nasional, Bahasa Inggris sebagai
Bahasa Internasional dan Bahasa Daerah sebagai Identitas.
Kegiatan berbahasa merupakan kegiatan
yang dilakukan manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya dengan media
bahasa baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa yang digunakan dalam
berkomunikasi pun beragam dan sebagai pelaku kita harus tahu bagaimana
seharusnya kita berbahasa sesuai dengan lingkungan dimana kita berada.
Dalam forum ilmiah tentunya akan melibatkan
banyak orang dari berbagai macam latar belakang, sifat dan karakter. Selama
proses pertukaran informasi
masing-masing individu akan menghadapi perbedaan pendapat, untuk itu
diperlukan kemampuan berbahasa yang baik dan benar supaya perbedaan pendapat
tersebut tidak berujung pada perselisihan. Forum ilmiah tergolong dalam forum
resmi sehingga untuk berkomunikasi diharuskan menggunakan bahasa resmi yang
sopan dan beretika. Bahasa yang dapat digunakan dalam forum dan tulisan ilmiah
adalah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tergantung pada pada taraf apa
forum tersebut diadakan. Untuk tulisan ilmiah, ada baiknya jika ditulis
menggunakan bahasa Inggris. Selain sebagai bahasa internasional, tulisan yang
dipublikasikan menggunakan bahasa Inggris akan memiliki nilai tambah tersendiri
karena dapat diakses dan dipahami oleh semua orang dari berbagai macam negara.
Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa Inggris dibutuhkan untuk membantu
meningkatkan kualitas publikasi ilmiah kita.
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik, benar dan sopan juga diperlukan untuk berkomunikasi di lingkungan sosial dan keluarga. Kegiatan berbahasa akan mempengaruhi karakter setiap individu, jika bahasa yang digunakan sudah baik dan sopan maka dapat mengantarkan individu tersebut menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Penggunaan bahasa daerah juga berpengaruh pada pembentukan sifat dan perilaku masyarakat, terutama pada anak-anak. Sebagai orang tua, ada baiknya apabila kita mengajarkan bahasa daerah yang baik dan sopan di samping bahasa Indonesia kepada anak-anak untuk membantu pembentukan karakter yang baik. Selain untuk membantu pendidikan karakter pada anak, bahasa daerah juga merupakan budaya yang harus kita lestarikan supaya kita tidak kehilangan bahasa daerah tersebut sebagai identitas pribadi maupun suku bangsa.
Dibuat oleh : Kharisma Mirza P.P
Mohamad Afif Athallah (190332622495)
ReplyDeleteUntuk essai sudah bagus dan mudah dipahami. Namun saya ingin bertanya, jadi jika anda menjadi orang tua nanti, bahasa apa yang akan anda ajarkan pertama kali kepada anak anda?
Untuk pembahasan pada bagian bahasa yang akan di ajarkan anak pertama kali menurut saya kurang mendalam, karena anda tidak memberikan keterangan bahasa yang akan anda ajarkan ke anak anda. (190523648112)
ReplyDeleteSaya linda nur azizah (190332622435) mau bertanya. Di dalam essay yang telah dibuat pada pembahasan bahasa yang diajarkan kepada anak, tidak menyinggung mengenai Bahasa Inggris. Apakah nantinya Anda tidak akan mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak?
ReplyDeleteShofi Indriyani (190332622458)
ReplyDeleteEsainya terstruktur dengan baik, semangat berkarya!
Rafa Alistiyaning Nur Azizah (190332622436) saya setuju dengan pernyataan saudara bahwa penggunaan bahasa yang baik/sopan dapat membantu pembentukan karakter. Kemudian, bahasa apa yang menurut saudara lebih baik untuk diajarkan pertama kali kepada anak?
ReplyDeleteSaya setuju dengan pernyataan tentang kegiatan berbahasa akan mempengaruhi karakter individu. Pembiasaan berbahasa yang baik dan tepat sesuai pada tempatnya akan membentuk lingkungan yang santun dalam bertutur kata. Bagus.
ReplyDeleteSaya Nanda Fani (190332622453) ingin memberikan tanggapan. Penyampaian informasi pada essay sudah bagus, saya izin bertanya. Lantas bahasa apa yang anda prioritaskan untuk diajarkan kepada anak sedari dini? terima kasih.
ReplyDeletesaya YUSUF ADI PRADANA (190332622429) ingin bertanya, ada kalanya bahasa tidak digunakan dengan baik dan benar(kata kotor/umpatan) namun karena ha tersebut si penutur dapat mengekspresikan dirinya dengan bebas, dan puas dengan hal tersebut. apakah yang seperti ini dibenarkan dalam segi penggunaan bahasa?
ReplyDelete