Miping Purmisanto Aji_190523648093_ S1Teknik Sipil
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Resmi dan Bahasa Nasional. Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional. Bahasa Daerah/Lokal sebagai Identitas.
Bahasa sebagai alat komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting. Bahasa baik secara lisan maupun tulis merupakan hal penting yang tidak dapat dipisahkan dalam peradaban manusia. Melalui bahasa lah, manusia dibedakan dari makhluk lain di dunia ini. Dengan bahasa lah, manusia mampu berpikir dan bernalar. Pikiran dan penalaran yang dilakukan akan mengarahkan pada semua tindakan, perilaku, dan perbuatan manusia, sehingga tindakannya dapat dikontrol dan dikendalikan. Dengan bahasa pulalah manusia dapat berkomunikasi satu dengan yang lain sehingga terbentuk masyarakat bahasa Komunikasi yang berlangsung dalam masyarakat bahasa merupakan tempat atau media untuk mengungkapkan ide, gagasan, isi pikiran, maksud, realitas, dan sebagainya. Dengan demikian, bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan atau maksud pembicara kepada pendengar. Bahasa berperan dalam mengangkut informasi dari mana saja dan kapan saja. Perbedaan bahasa dari tiap-tiap negara pada awalnya menjadi kendala dalam penyebaran informasi dan pemilihan bahasa internasional menjadi jalan keluar bagi kendala tersebut. Pada akhirnya disepakatilah Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional, orang-orang berbondong-bondong untuk mempelajari Bahasa Inggris. Penguasaan Bahasa Inggris dianggap mampu memperluas pengetahuan dan jangkauan informasi.
Dalam ranah ilmiah dan forum kita sebagai warga Negara Republik Indonesia diwajibkan menggunakan Bahasa Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, pada Pasal 32 ayat satu (1) menyatakan bahwa Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional atau forum yang bersifat internasional di Indonesia. Dari pernyataan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebuah seminar, kongres, atau forum pertemuan apapun yang bersifat lokal, nasional, bahkan internasional harus menggunakan Bahasa Indonesia selama forum tersebut dilaksanakan di Indonesia. Akan tetapi, bukan berarti Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional tidak bisa digunakan, tetap bisa digunakan asalkan memiliki tujuan khusus, misalkan dalam ranah pengajaran yang dihadiri oleh peserta dari luar negeri.
Sama halnya pada tulisan ilmiah juga diwajibkan menggunakan Bahasa Indonesia seperti yang telah dijelaskan pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, pada Pasal 35 ayat satu (1) menyatakan bahwa Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah di Indonesia. Dalam ayat dua (2) Penulisan dan publikasi sebagaimana di maksud pada ayat satu (1) untuk tujuan atau bidang kajian khusus dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing. Dapat ditarik kesimpulan bahwa selama karya ilmiah berada di Indonesia maka diwajibkan menggunakan Bahasa Indonesia dan dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing apabila ada kajian khusus. Jadi kesimpulannya kita harus menggunakan Bahasa Indonesia dalam kegiatan karya tulis ilmiah selama itu di selenggarakan di Indonesia.
Di dalam lingkungan sosial warga Indonesia di anjurkan menggunakan bahasa Indonesia. Akan tetapi masyarakat akan terpaku menggunakan bahasa daerah dikarenakan masyarakat sudah menjadi kebiasaan untuk menggunakan bahasa tersebut. Apabila masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan bahasa daerahnya akan merasa sulit beradaptasi apabila melakukan perjalanan ke suatu daerah yang berbeda bahasa. Dengan demikian Bahasa Indonesia dibutuhkan untuk menjadi jembatan penghubung untuk memudahkannya. Sedangkan bahasa asing juga dibutuhkan apabila apabila kita sedang melakukan perjalanan ke luar negeri.
Keluarga sangat berpengaruh dalam proses belajar bahasa si anak. Umumnya, anak-anak Indonesia mempelajari bahasa daerah pada usia pra-sekolah, mereka mempelajari bahasa Indonesia di sekolah. Pada saat si anak memperoleh pengajaran bahasa Indonesia di sekolah, keluarga dapat memantau anak-anak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di samping tetap membina bahasa daerah, keluarga harus mulai membina bahasa Indonesia anak-anaknya, dengan memberikan perhatian yang wajar terhadap bahasa Indonesia. Karena kebanyakan anak-anak Indonesia itu sebelum mempelajari bahasa Indonesia, telah menguasai bahasa daerah mereka masing-masing, maka metode komparatif dapat dipakai untuk mengajarkan bahasa Indonesia, yakni dengan membandingkan antara bahasa daerah dengan bahasa Indonesia. Melalui bahasa daerah dapat diajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di era globalisasi seperti ini anak anak dituntut harus mampu menguasai bahasa Inggris. Oleh karena itu orang tua pun harus mengajarkan bahasa Inggris juga. Karena di masa yang akan datang, dalam mencari pekerjaan di tuntut untuk bisa berbahasa Inggris.
Di Indonesia, pengguna bahasa berhadapan dengan keberadaan bahasa indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Situasi kemampuan berbahasa anak-anak bervariasi. Seorang anak dapat disebut sebagai seorang yang monolingual (menguasai satu bahasa); bilingual (menguasai dua bahasa); atau seorang yang poliglot (menguasai lebih dari dua bahasa). Biasanya, anak pada awalnya akan mengikuti pada bahasa ibunya. Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dikenalkan oleh seorang anak melalui ibunya. Seorang anak yang dibesarkan di daerah perkotaan, ditambah dengan orang tua yang berpendidikan tinggi, akan mampu berbahasa Indonesia dan mungkin bahasa asing, terutama bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Seorang anak yang dibesarkan di daerah pinggiran kota, mungkin dengan orang tua yang berpendidikan tinggi, mungkin pula tidak, akan mampu berbahasa daerah dan berbahasa Indonesia. Seorang anak yang dibesarkan di daerah pedesaan dan, mungkin, terpencil hanya mampu berbahasa daerah mengingat bahwa Indonesia memiliki lebih dari enam ratus bahasa daerah.
Sesuai Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 36 bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bahasa pemersatu yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban bangsa maka Bahasa Indonesia dinyatakan sebagai bahasa resmi negara. Bahasa Indonesia juga dapat digunakan sebagai bahasa anti rasis yang sering terjadi di indonesia karena perbedaan suku maupun bahasa daerah.
Dengan demikian seorang anak harus diajarkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama yang harus diajarkan. Karena Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai bahasa pengantar pendidikan nasional. Seperti di atur dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, pada Pasal 29 ayat satu (1) yang menyatakan bahwa Bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan nasional, dan ayat dua (2) menyatakan bahwa Bahasa pengantar sebagaimana dimaksud pada ayat satu (1) dapat menggunakan bahasa asing untuk tujuan yang mendukung kemampuan berbahasa asing peserta didik. Akan tetapi anak-anak juga harus diajarkan bahasa daerah atau lokal agar mewarisi nilai-nilai budaya lokal berbasis etnik. Apalagi ditambah dengan faktor lingkungan yang sering menggunakan bahasa daerah yang akan membuat anak kita semakin terbiasa menggunakan bahasa daerah tersebut dan seiring waktu akan hafal dengan bahasa tersebut.
Kesimpulan dari pokok pembahasan diatas, seharusnya bahasa daerah khusus digunakan di tingkat daerah, Bahasa Indonesia di gunakan Di tingkat nasional, sedangkan bahasa asing atau bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa internasional.
Nama : Miping Purmisanto Aji
NIM :190523648093
esai ini menyampaikan informasi yang dikuatkan dengan sumber yang jelas. pada esai ini terdapat tulisan yang menyatakan Bahasa Indonesia adalah bahasa pertama yang harus diajarkan kepada anak lalu bagaimana dengan bahasa daerah/lokal adalah bahasa ibu dimana bahasa pertama yang harus diajarkan kepada anak?
ReplyDeleteterimakasih.
menurut saya esai yang dibuat miping sudah bagus dan diperjelas lagi dengan adanya kesimpulan
ReplyDeleteLailatul Rosida (190332622471)
ReplyDeleteIsi esainya keren!
Apalagi diperkuat dengan disebutkannya UU. Tapi, bagaimana menurut Miping jika ada seorang anak monolingual namun dituntut untuk dapat menguasai lebih dari satu bahasa pada era ini?
Kalimat yang digunakan sudah bagus, ada kesimpulan juga.
ReplyDeleteIsi essaynya sangat informatif karena disertai sumber sumber yang kuat dan terjamin. penggunaan tanda baca menurut saya sudah sesuai.
ReplyDelete