Shofi Indriyani_190332622458_Kimia Murni

 

Essai                                                                                                 Kamis, 10 September 2020

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Resmi dan Bahasa Nasional. Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional. Bahasa Daerah/Lokal sebagai Identitas.

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia sebagai makhluk sosial untuk mengungkapkan dan menerima informasi. Kita adalah warga negara Indonesia yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan bahasa nasional. Namun, kita juga mengenal Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Di sisi lain, Indonesia memiliki beragam bahasa daerah yang kita kenal sedari dini sebagai idenstitas diri.

Sebagai mahasiswa Indonesia yang masih erat berhubungan dengan forum resmi dan tulisan ilmiah, dalam penggunaan Bahasa Indonesia saya harus berdasar pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Terlebih lagi, dalam forum resmi saya dituntut untuk berbahasa yang sopan, baik, dan benar kepada para tenaga pendidik. Dalam penulisan suatu karya ilmiah, referensi jurnal-jurnal berbahasa inggris kerap kali digunakan. Saya menyadari bahwa mempelajari Bahasa Inggris sangat dibutuhkan di masa kini untuk menunjang kemajuan saya dalam dunia pendidikan dan mempersiapkan bekal untuk ke depannya. Namun, dengan mempelajari Bahasa Inggris bukan berarti saya melupakan jati diri saya sebagai warga negara Indonesia. Saya tetap menggunakan Bahasa Indonesia yang tepat sesuai PUEBI tanpa mencampurkannya dengan Bahasa Inggris. Di dalam lingkungan sosial, saya menemukan banyak teman dari berbagai macam daerah, tentunya dengan bahasa identitasnya masing-masing. Kami tetap menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dalam kegiatan sehari-hari. Kami memahami bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan, tidak peduli asal daerah, tidak memandang suku, ras, dan budaya, kami tetap bersatu dengan Bahasa Indonesia. Namun, apabila di lingkungan sosial daerah, saya biasa menggunakan bahasa lokal karena memang kebanyakan masyarakat menggunakan bahasa lokal dengan tetap memperhatikan lawan bicaranya. Di dalam lingkungan keluarga yang sudah memiliki kedekatan sejak usia dini, saya selalu menggunakan bahasa lokal, bahasa yang sudah orang tua saya perkenalkan sejak saya mulai belajar berbicara, bahasa yang bagi saya mempererat hubungan kami dalam ikatan keluarga.

Berbicara posisi sebagai orang tua, rasanya tidak akan terpisahkan dengan tugas besarnya dalam mendidik anak. Orang tua adalah guru pertama, pembangun pondasi pribadi dan pola pikir bagi generasi penerusnya. Tidak hanya seputar perilaku anak, tetapi juga termasuk perkataannya. Sebagai orang tua, saya menyadari bahwa apa yang saya berikan kepada anak saya akan kembali kepada saya pula nantinya. Jika dididik dengan baik, berperilaku santun dan bertutur kata sopan, tentunya akan membentuk pribadi yang berbakti kepada orang tua. Hal pertama yang diajarkan adalah berbahasa, cara berbicara. Saya lebih memprioritaskan bahasa daerah untuk dikuasai lebih dulu karena saya hidup di lingkungan dengan penggunaan bahasa daerah sebagai dominan. Terlebih lagi, saya tidak ingin anak saya sebagai keturunan Suku Jawa tidak bisa berbahasa jawa yang sopan dan santun. Menurut saya, dengan menerapkan hal ini bisa ikut menjaga identitas serta budaya daerah agar tetap lestari dan terjaga sampai generasi-generasi berikutnya. Setelah anak tumbuh dan berkembang, memiliki lingkup yang lebih luas dalam bersosial, saya dan peran lingkungan itulah yang akan mendidik dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Di sisi lain, di dunia pendidikan formal anak akan mendapatkan pelajaran-pelajaran terkait Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Di sini peran saya lebih kepada membimbing dan memantau apa yang anak saya dapatkan dari lingkungannya tersebut, sehingga semua akan seimbang antara bahasa lokal, bahasa nasional, dan bahasa internasional tanpa menggusur nilai budaya.

Dibuat oleh : Shofi Indriyani

 

Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Essainya terstruktur dengan baik dan mudah dipahami.

    ReplyDelete
  3. Saya setuju dengan pondasi bahasa yang baik dan benar terhadap generasi penerus karena sikap selalu dinilai dari perilaku dan juga bahasa yang digunakan ketika berkomunikasi.

    ReplyDelete
  4. Rafa Alistiyaning Nur Azizah (190332622436) Pemaparan isi dalam essay tidak bertele-tele sehingga mudah dipahami. Kemudian saya juga setuju bahwasanya belajar bertutur kata dengan bahasa yang sopan juga berperan dalam pembentukan karakter yang baik.

    ReplyDelete
  5. Linda Nur Azizah (190332622435)
    Pemilihan kata yang digunakan dalam essay bagus dan menarik untuk dibaca sampai akhir. Mungkin bisa lebih diteliti lagi mengenai penulisan kata karena ada typo di paragraf 1. terimakasih

    ReplyDelete
  6. Maghfira safa (190332622460)
    sangat bagus sekali saudari shofi terkait cara pemaparan nya, saya setuju sekali dengan pernyataan bahwa kita selaku orang tua wajib memantau lingkungan sekitar anak kita agar keseimbangan berbahasa tetap terjaga

    ReplyDelete
  7. Akbar Narayana (190332622427)
    Benar sekali, Kebanyakan mahasiswa baru terlambat mengetahui bahwa literatur yang digunakan dalam perkuliahan beberapa diantaranya termuat dalam Bahasa Inggris.Perlu adanya kesadaran untuk mempelajari Bahasa Asing .

    ReplyDelete
  8. (Kharisma Mirza - 190332622432)
    Penulisan esai baik dan mudah dipahami. Saya juga setuju dengan pendapat tentang keseimbangan berbahasa Indonesia, Inggris dan daerah.

    ReplyDelete
  9. Esainya bagus. Poin-poin yang dipaparkan disertai argumen yang mendukung.

    ReplyDelete
  10. Saya Nanda Fani (190332622453) ingin memberikan tanggapan. Essay sudah sangat bagus dan informasi yang disampaikan sangat berbobot dan jelas.

    ReplyDelete

Post a Comment