Yusuf Adi Pradana_190332622429_S1kimia
BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA RESMI
DAN NASIONAL. BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA INTERNASIONAL DAN BAHASA DAERAH
SEBAGAI WARISAN
Bahasa adalah alat yang digunakan
manusia untuk berkomunikasi. Dengan Bahasa kita bisa menjalin hubungan antar
sesama manusia sehingga kita sebagai manusia yang tidak bisa menjalani hidup
seorang diri alias membutuhkan bantuan manusia lain dapat memenuhi kebutuhan
tersebut dengan berkeja sama dan tentunya membangun realasi dangan cara
berkomunikasi lewat Bahasa. Bahasa juga sebagai media untuk mengekspresikan
diri yang dapat membedakan ciri khas suatu kelompok dengan kata lain Bahasa
adalah identitas suatu kelompok. Bahasa merupakan suatu system yang terbentuk
oleh suatu aturan kaidah atau pola-pola tertentu baik dalam bidang tata bunyi,
tata bentuk kata maupun kalimat. Bila tata kaidah aturan ini dilanggar maka
komunikasi akan terganggu oleh Chaer (2011:1). Penggunaan Bahasa memiliki peran
penting antara penutur dan mitra tutur. Bahasa tidak hanya terbatas kata
tulisan ataupun symbol namun juga dengan gerakan, tanda, bahkan bunyi siulan,
braille dll sejauh hal tersebut dapat menjadi alat komunikasi antara penutur
dan mitra tutur. Dari berbagai sumber disebutkan bahwa jumlah Bahasa yang ada
didunia ini adalah 6000-7000 bahasa, dan Indonesia menjadi negara dengan
keragaman Bahasa terbesar yakni sejumlah 652 bahasa daerah dan “data ini
terakhir diperbarui 2017 dan terus diperbarui tiap tahun” prof Dadang Sunendar
di banda aceh, dan diperkirkan jumlah ini masih bisa bertambah mengingat
pedataan masih berlangsung. 6000-7000 bahasa yang ada didunia ini termasuk
Bahasa alami yaitu kata-kata dalam berbicara, dan juga Bahasa isyarat serta
Bahasa yang menggunakan media lain seperti braille, bunyi siulan, tulisan
grafis, dan lainya.
Bahasa
Indonesia
Bahasa
adalah identitas suatu bangsa, dimana tiap bangsa memiliki Bahasa yang
berbeda-beda dengan ciri khas, keunikan, da asal usul mereka. Asal usul Bahasa
Indonesia tidak lepas dari Bahasa melayu
yang saat ini menjadi Bahasa yang digunakan 3 negara yakni Brunei Darussalam,
Malaysia, dan Indonesia. Namun karena Bahasa melayu di Indonesia sifatnya
sangat dinamis, maka hal ini akhirnya menghasilkan kosa kata baru dari
penciptaan dan penyerapan Bahasa daerah, maupun asing seperti arab dan inggris.
Bahasa Indonesia sendiri pertama kali lahir/disepakati sebagai Bahasa nasional
pada 28 oktober 1928 pada ikrar sumpah pemuda. Seperti yang kita tahu bahwa
Indonesia adalah negara yang sangat kaya, kaya akan budaya, ras, etnis, suku,
Bahasa, pulau-pulau, agama dan sebaginya. Dengan banyaknya perbedaan dan
keberagaman ini, membuat masyarakat Indonesia rentan akan perpecahan, hal ini
biasanya didasari oleh rasa fanatic terhadap rasnya/kelompoknya. Maka dari itu
diperlukan alat untuk komunikasi yang kedudukannya dapat mempersatukan, yakni
Bahasa Indonesia. Berkat Bahasa Indonesia kita yang berbeda Bahasa, suku, agama
dapat menjalin komunikasi dengan baik sehingga rasa persatuan dan nasionalisme
menjadi semakin kuat. Kita bisa membayangkan betapa kacaunya seluruh warga
negara Indonesia karena aspirasinya tidak bisa dimengerti akibat perbedaan
Bahasa. Jadi memang benar isi yang terkandung dalam sumpah pemuda yang
menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa persatuan. Selain sebagai
alat pemersatu Bahasa Indonesia adalah lambang kebanggaan bangsa, identitas
nasional, alat penghubung antar daerah-daerah dan sebagainya.
Bahasa
daerah
Saya sebenarnya miris melihat generasi
muda saat ini yang merasa bangga menggunakan Bahasa asing dan merasa malu
dengan identitasnya sendiri (malu menggunkan Bahasa daerahnya). Ini mungkin
karena stigma yang berkembang ditengah generasi mileneal yang menganggap Bahasa
asing keren dan kekinian dan menganggap Bahasa daerah kuno, jadul, tidak keren
dan ketinggalan jaman, hal ini seakan-akan orang yang menggunakan Bahasa daerah
adalah orang kampung. Tidak jarang kita temui anak muda yang fasih berbahasa
asing namun tidak bisa bahkan tidak mengenal Bahasa daerahnya sendiri. Ini
adalah salah satu dampak dari
globalisasi, dengan adanya internet dunia luar yang tadinya tidak terbayangkan
seperti apa bentuknya jadi terlihat jelas. Akibatnya budaya asing mudah masuk
ke dalam negeri, hal inilah yang membuat budaya local terlupakan atau bahkan
ditiggalkan. Begitu juga dengan adanya trend di luar negeri yang membuat
masyarakat kita penasaran dan akhirnya mengikuti arus trend tersebut, hal
seperti inilah yang akan menghilangkan
identitas kita sebagai bangsa Indonesia dan orang daerah. Padahal diluar negeri
saja ada sebuah negara yang menggunakan salah satu Bahasa daerah dari Indonesia
yakni Bahasa jawa dan mereka tidak malu namun malah bangga dengan hal itu,
namun yang terjadi di Indonesia malah sebaliknya. Kenapa bisa mereka bangga
dengan Bahasa daerah kita dan kita sebagai penduduk asli/pribumi malah malu
dengan Bahasa daerah kita sendiri. Itu adalah karena Bahasa lah yang membuat
mereka beda dengan orang di dunia, karena itulah yang menjadi ciri khas,
keunikan, dan tentu saja kelebihan karena hanya mereka yang punya. Bahasa yang
originalitasnya tinggi adalah kebanggaan dan identitas mereka.
Bahasa
Inggris
Abad ke-20 adalah masa di
mana nasionalisme menjadi sangat populer, begitu juga kerjasama internasional.
Berbagai negara saling menjalin hubungan dengan keterbatasan bahasa. Maka dari
itu, banyak usaha dilakukan dalam pembuatan kamus bahasa asing dan penerjemahan
dokumen-dokumen penting. Tapi hal itu semua tidak berjalan lancar karena
kurangnya efektifitas. Hal ini kemudian mendorong munculnya kebutuhan akan
sebuah bahasa internasional yang baru. Untuk itu, dibuatlah Bahasa Esperanto yang berbasis
campuran dari bahasa-bahasa Eropa lainya. Namun, Esperanto gagal
digunakan secara luas dan tidak banyak orang tertarik untuk mempelajarinya Pada
saat yang sama, tentara, pelaut, dan penjajah yang berbahasa Inggris
mengelilingi dunia. Bukan hanya berkeliling, tapi mereka juga menetap. Bahasa
Inggris ini tidak digunakan di negara-negara merdeka dan di bawah penjajahan
Spanyol, Portugis, Perancis, dan Belanda. Secara perlahan, bahasa Inggris pun
menjadi sebuah bahasa internasional yang baru. Bahasa itu tersebar dengan cepat
oleh kejayaan Kekaisaran Inggris dan Amerika Serikat. Bahasa Inggris pun mulai
digunakan di seluruh dunia. Ditetapkannya
Bahasa inggris sebagai Bahasa international membuat orang-orang
berbondong-bondong mempelajari Bahasa inggris dan mengajarkannya. Adanya Bahasa
yang disepakati secara international membuat hubungan antara negara bisa
terjalin, hubungan ini biasanya kerja sama import ekspor, tidak hanya dalam
bidang ini namun juga dalam segala bidang seperti pendidikan, teknologi, bisnis
dll. Dunia yang tidak bisa terhubung satu sama lain sekarang mereka bisa bekerja
sama untuk kemajuan bersama, terbukti
dengan berbagai revolusi industry sampai era ini, manusia telah menemukan
berbagai penemuan untuk mengatasi keterbatasan yang selama ini mengikat kita.
Dengan Bahasa international juga menjadikan dunia ini lebih damai dan nyaman
untuk ditinggali, karena kita saling bahu membahu dalam mengahadapi masalah
seperti bencena dan pandemic saat ini. Kita juga bisa berkunjung ke belahan
dunia sana untuk mendapatkan pengalaman seperti melihat salju dan sebagainya.
Penutup
Bahasa tidak hanya sebatas alat
komunikasi namun ia juga bisa menjadi alat pemersatu, media untuk
mengekspresikan diri, alat untuk menyampaikan pikiran dan gagasan dan Bahasa
bisa menjadi pembeda atau identitas suatu kelompok. Bahasa daerah memang jadul
dan kuno akan tetapi dia adalah warisan nenek moyang kita dan itulah yang menjadi
pembeda dan identitas kita. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan berBahasa
inggris wajib dimiliki oleh semua orang karena dengan menguasainya kita bisa
terhubung dengan dunia luar karena Bahasa inggris adalah Bahasa international adalah.
Kita sebagai rakyat Indonesia seharusnya bangga dengan Bahasa yang kita miliki
karena Bahasa Indonesia ini mampu mempersatukan berbagai perbedaan yang ada di
negara ini. Semua Bahasa diatas memiliki urgensinya masing-masing, tinggal kita
saja apakah mampu menggunakannya dengan baik dan bijak sesuai waktu dan
tempatnya, hal ini selaras dengan salah satu prinsip ekonomi yaitu “the right
man in the right place in the right time” yang artinya orang yang tepat
ditempat yang tepat dan diwaktu yang tepat, intinya segala hal akan lancar dan
tepat jika ditempatkan pada tempatnya.
1.
berdasarkan
pernyataan diatas apakah yang akan anda lakukan dalam kegiatan berbahasa
sebagai seorang
a)
sebagi seorang pribadi di forum jika forum
tersebut adalah forum internasional saya akan menggunakan Bahasa inggris, agar
audience dan saya bisa tetap terhubung dan bisa berkomunikasi dengan lancar,
namun jika forum tersebut merupakan forum dalam negeri maka saya akan
menggunakan Bahasa nasional yakni Bahasa Indonesia. Dilingkungan social dan
keluarga saya akan menggunakan Bahasa daerah walaupun kaum milleneal sekarang
lebih suka menggunakan Bahasa gaul (Bahasa anak jaksel), hal ini saya lakukan agar
kita tidak lupa dengan budaya, nenek moyang dan identitas kita sebagai bagian
dari suku/etnis di daerah ini.
b)
Prioritas
pertama adalah Bahasa inggris hal ini tidak bisa dipungkiri karena di zaman ini
skill berbahasa inggris sangat diperlukan bahkan sudah menjadi kewajiban untuk
para pelamar kerja untuk menguasai Bahasa ini.
Saya Maulana Ilham (190521648828) ingin memberikan saran pada esai ini agar lebih diperhatikan lagi penggunaan huruf kapital dan mungkin penggunaan Bahasa Indonesia agar sesuai dengan PUEBI atau EYD. Untuk isi dari esai sudah baik dan mencakup banyak teori
ReplyDeleteSaya Reza Bagaskara (190522548430) untuk struktur essay sudah rapi....
ReplyDeleteUntuk paragraf sebaiknya dijadikan 2 karena terlalu banyak, dan sebagiknya tetap memperhatikan PUEBI nya. Namun informasi yang hendak disampaikan sudah cukup baik dan dapat dengan mudah dimengerti.
ReplyDeleteSaya novika sari (190544636005) Penyampainya mudah di pahami, essai tersetruktur dan rapi
ReplyDeleteSaya Mohamad Afif Athallah (190332622495), untuk isi dari essai tersebut sudah jelas dan bagus, namun terdapat kesalahan-kesalahan dalam penulisan (typo).
ReplyDeleteShofi Indriyani (190332622458)
ReplyDeleteEsainya berbobot, apalagi dengan memasukkan literatur-literatur dari para ahli. Keren !
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletePenulisan cukup lengkap, namun saya sedikit merasa bingung dimana penulis menuliskan bahwa ia miris melihat generasi muda yang lebih bangga menggunakan bahasa asing daripada bahasa daerah namun yang menjadi prioritas pertama penulis adalah bahasa inggris
ReplyDeleteWildan Muktafi(180331616102)
Kharisma Mirza P (190332622432)
ReplyDeletePenulisannya rapi, bahasanya juga mudah dimengerti, namun masih ada kesalahan penulisan.